Senin, 23 Februari 2009

Masa depan akan datang dengan sendirinya

"Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan"

Janganlah Anda mendahului peristiwa yang belum tiba saat kejadiannya. Apakah Anda ingin menggugurkan kandungan sebelum sempurna masa kandungannya atau ingin memetik buah sebelum tiba masa kematangannya? Sesungguhnya hari esok belum tiba, tiada kenyataannya, ujud, bentuk, atau polanya. Karena-nya, mengapa kita sibuk memfikirkannya, merasa khawatir dengan musibahnya, gelisah dengan kejadiannya, dan mempratikkan bencana yang akan terjadi padanya? Bukankah kita belum mengetahui bisa jadi kita terhalang untuk sampai ke hari esok atau memang kita akan menjumpainya dan ternyata berubah menjadi hari yang menggembirakan dan menyenangkan membeda dengan apa yang dipraktikkan sebelumnya? Yang penting, hari esok itu masih ada di alam ghaib dan belum lagi sampai ke bumi. Sesungguhnya kita tidak akan dapat menyembarngi sebuah jembatan sebelum sampai padanya, siapa tahu langkah kita terhenti sebelum sampai padanya. Atau barang kali saja jembatan itu ambruk sebelum kita sampai padanya atau bisa jadi kita sampai padanya dan dapat menyebranginya dengan selamat.
Sesungguhnya membebani pikiran dengan wawasan yang lebih luas daripada ruang lingkup jangkauannya tentang masa depan dan membuka lembaran ghaib selebar-lebarnya, kemudian menyakiti diri dengan hal-hal yang menggelisahkan yang masih diprakiraan kejadiannya, merupakan hal yang dibenci oleh syari'at, karena hal ini sama artinya dengan memperpanjang angan-angan yang dicela oleh akal sehat, sebab tiada bedanya dengan melawan bayangan. Sesungguhnya banyak manusia di dunia ini yang memprakirakan bahwa masa depan ia akan mengalami krisis sandang dan pangan, terkena penyakit, jatuh miskin, dan tertimpa bebabgai musibah, padahal semua itu merupakan strategi yang telah dikaji matang di lembaga pendidikan setan. "Setan menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan dan memerintahkan kalian untuk berbuat dosa, sedang Allah menjanjikan ampunan dan pahala-Nya untuk kalian"
Banyak dari kalangan mereka menangis karena memikirkan bahwa hari esok mereka akan kelaparan; tahun depan mereka akan sakit; dan seratus tahun kemudian dunia akan berakhir. Sesungguhnya orang yang usianya bukan miliknya, seharusnya tidak mempertaruhkannya untuk hal yang tidak ada; dan orang yang tidak tahu bilakah dirinya akan mati, seharusnya tidak menyibukkan diri dengan sesuatu yang belum ada hakikat kenyataannya.
Biarkanlah hari esok datang dengan sendirinya kepada Anda. Janganlah Anda tanyakan tentang berita-beritanya dan jangan Anda tunggu-tunggu kedatangannya. karena Anda sendiri mempunyai kesibukan dengan urusan hari ini.
Jika Anda ingin heran, sudah sepantasnya bila mengherankan sikap mereka yang menukar kebahagiaannya dengan kesusahan secara tunai, sedang kesusahannya itu sendiri akan ia terima kemudian pada hari yang mentarinya saja belum terbit dan cahayanya pun belum terlihat. Oleh karena itu, waspadalah! Janganlah sampai Anda berangan-angan terlalu jauh dari realita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

Aku dan Diriku

Foto saya
Hidup itu harus bermakna, Hidup itu harus berbeda, Hidup itu harus berani