Senin, 19 Januari 2009

Hari ini milik Anda

Apabila anda berada pada pagi hari, kerjakan apa yang harus dikerjakan; jangan sampai Anda menunggu petang hari. Hanya hari ini saja kesempatan Anda untuk hidup, bukan hari kemarin yang telah pergi membawa kebaikan dan keburukannya, bukan pula hari esok yang belum tiba saatnya. Hari yang mentarinya menyinari Anda dan siang harinya menemui Anda, hanya itulah hari Anda.


Usia Anda adalah sehari, maka tanamkan dalam lubuk hati Anda bahwa hanya hari ini saja Anda seakan-akan Anda dilahirkan dan meninggal dunia pada hari yang sama. Bila perasaan ini telah tertanam dalam hati Anda, niscaya perjalanan hidup Anda tidak akan terombang ambing diantara mimpi buruk masa lalu berikut dengan kesedihan dan kesusahannya dan kekhawatiran masa depan dengan bayangannya yang menakutkan serta gerakannya yang menggetarkan. Hanya untuk hari inilah Anda harus memusatkan konsentrasi, perhatian, kreativitas, jerih-payah, dan kesungguhan Anda. Oleh karena itu, demi untuk hari ini Anda harus menyajikan shalat yang khusyu', membaca Al Qur'an dengan merenungi maknanya, menelaah disertai dengan renungan, dzikir dengan hati sepenuhnya, bersikap seimbang dalam mengatasi berbagai urusan, berakhlak baik, ridha dengan rizki yang diberikan, membenahi penampilan, memperhatiakan kesehatan jasmani, memberi manfaat yang berguna bagi orang lain.

Untuk hari yang Anda jalani, hendaknya Anda membagi jam-jamnya dan menjadikan menit-menitnya seakan-akan bernilai beberapa bulan, Selanjutnya, tanamkan kebaikan didalamnya;tebarkan kebajikan; mohon ampunlah atas dosa Anda; berdzikirlah kepada Tuhan; dan bersiap-siaplah untuk berpulang. Jalanilah kehidupan hari ini dengan senang dan gembira, aman dan tenang, serta penuh rasa ridha dengan rizki, istri, anak-anak, pekerjaan rumah, pengetahuan, kedudukan Anda. "Terimalah semua yag telah Allah berikan kepada kalian dan jadilah kalian termasuk orang-orang yang bersyukur."(QS:7:144). Anda pasti akan mengalamai hidup Anda pada hari ini tanpa sedih, tanpa kaget, tanpa emosi, tanpa dengki, dan tanpa iri hati.

Anda harus camkan dalam ingatan Anda dan juga catatkan di meja kerja Anda suatu ungkapan yang berbunyi:" Hari ini milik Anda." Apabila hari ini Anda makan roti yang masih hangat lagi enak, tentu Anda tidak akan memikirkan roti hari kemarin yang telah keras dan basi, atau roti hari esok yang belum ada.

Apabila pada hari ini Anda masih dapat minuman air tawar dan menyegarkan, mengapa Anda masih memikirkan air hari kemarin yang telah asin dan pahit, atau menginginkan air hari esok yang tidak tawar dan masih panas?

Sesungguhnya jika Anda mau jujur untuk membenahi diri dengan tekad yang kuat membaja dan semangat yang menggebu-nggebu, niscaya Anda dapat menjinakkan untuk patuh kepada falsafah: "Hidup ini hanya untuk hari ini. " Bila sudah demikian, Anda tergerak untuk menggunakan setiap saat pada hari ini guna membangun eksistensi diri Anda, mengembangkan bakatnya, dan meningkatkan etos kerjanya. Selanjutnya, Anda katakan:"Untuk hari ini aku akan menjaga lisanku, maka aku tidak akan mengucap kata-kata yang terlarang dan jorok, mencaci-maki, atau mengumpat. Untuk hari, aku akan merapikan rumah dan kantorku, maka tidak akan ditemui lagi tata letak yang kacau dan berantakan, tetapi semuanya akan tertata rapi. Untuk hari ini aku hidup, maka aku akan membersihkan tubuhku, memperindah penampilanku, memperhatiakn kerapianku, dan bersikap sewajarnya dengan mengatur cara jalan, bicara, dan semua gerakanku.

Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan bersungguh-sungguh melakukan ketaatan kepada Tuhanku, menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya, membekali diri dengan sholat sunnah, membiasakan baca Al-Quran, menalarkan buku-bukuku, menghafal ilmu yang berfaidah, dan menelaah buku yang bermanfaat.

Hanya untuk hari ini aku akan hidup, amak aku akan menanamkan kebaikan dalam kalbuku dan mecabut darinya segala bentuk kejahatan yang tumbuh didalamnya berikut ranting-rantingnya yang berduri, seperti kesombongan, keangkuhan, riya'(pamer), iri, dengki, unek-unek, dan buruk sangka.

Untuk hari ini aku akan hidup, maka aku akan memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain dan memberikan kebajikan kepada orang lain. Aku akan menjenguk yang sakit, mengiringi jenasah, memberi makan kepada yang lapar, menghibur yang tertima musibah, membela yang teraniaya, memberikan pertolongan kepada yang lemah, menyantuni yang mengalami cobaaan, memuliakan yang alim, mengasihi anak kecil, dan menghormati yang dewasa.

Untuk hari ini aku akan hidup, maka wahai masa lalu yang telah pergi dan menghilang, enyahlah seperti matahari. Aku tidak akan menangisi kepergianmu dan engkau tidak akan melihatku duduk merenung untuk mengingatkanmu barang sejenak pun, karena engkau telah meninggalkanku, hijrah dariku, dan pergi dariku untuk selamanya tanpa kembali.

Wahai masa depan, engkau masih berada di alam ghaib, maka aku tidak akan berinteraksi dengan mimpi-mimpi. Aku tidak akan menjual diriku kepada ilusi dan bayangan dan tidak akan menyegerakan kelahiran yang tiada. Hari esok belum ada, karena ia belum diciptakan dan masih belum disebut-sebut keberadaanya."

"Hari ini adalah milikku, wahai manusia!" Ini merupakan kalimat yang paling indah dalam kamus kebahagiaan bagi orang yang menginginkan agar kehidupan ini tampil dalam gambarannya yang paling cemerlang dan perhiasan yang paling indah.

Senin, 12 Januari 2009

Yang lalu biarlah berlalu

Membuka kembali ingatan masa lalu dan upaya berinteraksi dengannya untuk menghadirkannya kembali serta kembali menangisi tragedi-tragedinya merupakan tindakan yang bodoh lagi gila, sama dengan memupus harapan dan menyia-nyiakan kehidupan yang sedang dijalani. Sesungguhnya arsip masa lalu bagi orang-orang yang berakal sudah ditutup dan tidak akan dibuka kembali. Ia telah dimasukkan untuk selamanya di dalam kerangkeng yang dilupakan, diikat dengan tali yang kuat di dalam penjara yang diabaikan sehingga tidak bakal bebas untuk selamanya, dan telah dikunci rapat-rapat di dalam bungker sehingga tidak bakal melihat cahaya kembali. Masa lalu telah berlalu dan habis waktunya; kesedihan tidak dapat mengembalikannya; kesusahan tidak dapat memperbaikinya; kegelisahan tidak dapat meluruskannya; dan kekeruhan tidak bakal menghidupkannya kembali, karena semuanya telah tiada. Jangan biarkan diri Anda hidup dalam bayangan mimpi buruk masa lalu yang menyekap diri Anda dibawah masa lalu. Selamatkan diri Anda dari bayangan menakutkan masa lalu. Apakah Anda bermaksud mengembalikan air sungai kehulunya, matahari ketempat terbitnya, bayi keperut ibunya, air susu ke teteknya, dan mengembalikan air mata ke dalam rongganya? Sesungguhnya interaksi Anda dengan masa lalu, kegelisahan Anda karenanya, serta sikap membiarkan diri terpanggang oleh apinya dan melemparkan di depan pintunya, merupakan sikap yang sangat tragis, mengerikan, menakutkan, lagi mengejutkan.
Membuka kembali lembaran masa silam sama dengan menyia-nyiakan masa kini, mencabik-cabik jerih payahnya, dan meledakkan semua yang dilakukan saat sekarang. Allah menyebutkan perihal umat-umat terdahulu dan apa yang telah dilakukan oleh mereka, kemudian berfirman: "Itulah umat yang terdahulu."(QS:2:134). Sesudah itu selesai kisahnya dan habis; tiada gunanya membedah kembali bangkai masa silam atau membalikkan putaran roda sejarah ke belakang.
Sesungguhnya orang yang kembali ke masa lalu sama halnya dengan menggiling kembali tepung yang memang telah menjadi tepung atau seperti menggergaji kembali serbuk kayu yang telah menjadi serbuk. Dahulu orang-orang mengatakan kepada seseorang yang menangisi masa lalu: " Jangan Anda mencoba membangkitkan orang yang telah mati dalam kuburnya." Seorang penulis ('Abdullah bin Muqaffa' dalam bukunya Kalilah Wa Dimnah, pent.) menceritakan percakapan sesama hewan. Para hewan bertanya kepada keledai: "Mengapa kamu tidak mau menggaru lahan pertanian?"(Mengapa kamu tidak mau mengungkit masa lalu?) Keledai menjawab:"Aku tidak suka berbohong."
Sesungguhnya bencana yang menimpa kita adalah karena kita tidak berdaya menghadapi masa sekarang dan kita hanya sibuk dengan masa lalu;kita bengkalaikan istana-istana kita yang indah-indah lalu kita ratapi puing-puing masa silam yang telah ditinggalkan. Sesungguhnya jika seluruh anusia dan jin bersatu-padu untuk mengembalikan masa lalu, niscaya mereka tidak mamu melakukannya, karena hal itu sama dengan melakukan suatu kemustahilan.
Sesungguhnya manusia yang waras tidak akan memandang ke arah belakang. Mereka tidak bakal menoleh kerarahnya, karena angin bertiup kearah depan; air mengalir kearah muara; dan kafilah berjalan kedepan. Oleh karena itu, janganlah Anda coba-coba menentang hukum alam kehidupan ini

Minggu, 11 Januari 2009

Merenunglah dan bersyukurlah

Bila Anda selalu mengingat semua nikmat yang telah diberikan Allah kepada Anda, niscaya Anda akan mendapatinya meliputi diri Anda, mulai dari bagian atas hingga bagian bawah kedua telapak kaki Anda, seperti kesehatan jasmani, keamanan, sandang, pangan, udara, air, dan sebagainya. Allah telah berfirman : "Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya tidaklah kalian dapat menghitungnya."(QS. 14:34).

Demikian besar nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada Anda. Dunia ini beserta apa yang ada di dalamnya telah diciptakan untuk Anda, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda memiliki kehidupan, tetapi Anda tidak mengetahuinya. "Dan Dia telah menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin."(QS. 31:30). Anda memiliki sepasang mata, lisan, sepasang bibir, kedua tangan, dan kedua kaki, " maka nikmat Tuhan kalian manakah yang pantas kalian dustakan?"(QS. 55:13 ). Apakah anda menganggap hal yang mudah berjalan dengan kedua telapak kaki anda, sementara banyak betis lain yang diamputasi? Apakah Anda menganggap remeh bila Anda dapat tidur nyenyak, saementara banyak orang lain tidak dapat tidur karena rasa sakit yang dideritanya? Memang mudah memenuhi perut Anda dengan makanan yang lezat dan minuman yang sejuk, sementara masih banyak orang yang mengalami hambatan dalam menyantap makanan dan merenguk minumannya karena penyakit dan gangguan yang dideritanya?
Pikirkanlah pendengaran Anda yang begitu peka; sesungguhnya ia terhindar dari ketulian. Renungkanlah penglihatan Anda yang begitu tajam; sesungguhnya ia selamat dari kebutaan. Lihat kulit tubuh Anda yang begitu mulus; sesungguhnya ia terhindar dari penyakit sopak dan lepra. Perhatikanlah akal Anda yang begitu sehat; sesungguhnya Anda beroleh nikmat dengan kesehatannya dan tidak sengsara karena menderita penyakit gila atau gangguan kejiwaan lainnya.
Maukah Anda bila hanya indera penglihatan Anda semata ditukar dengan emas sebesar bukit Uhud ? Sukakah bila indera pendengaran Anda dijual dengan sebesar bukit Tsahlan? Maukah Anda bila lidah Anda ditukar dengan istana Zahra hingga anda menjadi bisu ? Maukah kedua pergelangan tangan Anda yang utuh diamputasi dengan imbalan beruntai-untai kalung mutiara dan yaqut hingga Anda menjadi orang yang tidak bertelapak tangan ?
Sebenarnya Anda berada dalam kenikmatan yang berlimpah dan karunia yang sangat besar, tetapi Anda tidak menyadarinya. Anda hidup dirundung oleh kesusahan, kegelisahan, kesedihan, dan kedukaan, padahal Anda memiliki roti hangat, air yang sejuk, dan tidur yang nyenyak, dan beroleh kesehatan yang berlimpah. Anda memikirkan nikmat yang tidak ada dan tidak pernah mensyukuri nikmat yang ada. Anda terkejut karena mengalami kerugian materi, padahal Anda memiliki kunci kebahagiaan, segudang kebaikan, bakat, nikmat dan segala sesuatu yang lainnya. Oleh karena itu merenunglah dan bersyukurlah Anda! Allah telah berfirman:"Dan (juga) pada diri kalian sendiri terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah, maka apakah kalian tiada memperhatikan?"(QS. 51:21). Pikirkanlah diri Anda sendiri, keluarga Anda, rumah Anda, pekerjaan Anda, teman-teman Anda, dan dunia yang ada di sekitar Anda; jangan Anda seperti orang-orang yang disebutkan oleh firman-Nya : "Mereka mengetahui bahwa semua nikmat yang ada berasal dari Allah, tetapi mereka mengingkarinya"(QS.16:83).

Pengikut

Aku dan Diriku

Foto saya
Hidup itu harus bermakna, Hidup itu harus berbeda, Hidup itu harus berani